Kantor Makassar
Tlp. 0411 - 3619566
Fax 0411 - 3619544

Highest and Best Use (HBU)

Lahan merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam suatu usaha di bidang Real Estate. Lahan memiliki lokasi yang unik, keunikannya serta sifat yang tetap dari lahan yang tidak dapat dipindahkan. Lahan terbatas jumlahnya pada suatu lokasi dan sebidang lahan tidak sama dengan sebidang lahan yang lainnya.
“Highest and Best Use “ artinya dayaguna yang maksimal dari lahan yang secara fisik dimungkinkan dan paling mungkin digunakan, secara hukum diizinkan dan secara keuangan layak. Kesimpulannya menghasilkan daya guna yang maksimal dari Lahan.
Prinsip-prinsip Real Estate seperti “Supply and Demand; Substitusi; Balance; dan Conformity” merupakan prinsip dasar dalam menganalisa hubungan antara perilaku ekonomi dan pelaku Properti/ Real Estate.
Begitu juga faktor-faktor yang mempengaruhi manfaat lahan, seperti kegunaan, kelangkaan, keinginan dan daya beli yang tinggi, pada dasarnya juga merupakan wujud dari prinsip ekonomi.
Daya guna maksimal ialah penggunaan yang secara hukum diizinkan dan memiliki kemungkinan cukup besar untuk digunakan, terhadap suatu lahan kosong atau sebidang lahan yang sudah berdiri bangunan , yang secara fisik bisa dilaksanakan mendapat dukungan yang cukup layak secara financial dan menghasilkan daya guna yang maksimal.
Highest and Best Use dari sebidang lahan tertentu bukanlah hasil dari analisa yang bersifat subjektif dari pemilik, developer, maupun jasa Real Estate lainnya seperti penilai, melainkan dilahirkan oleh kekuatan pasar dimana properti tersebut berada. Oleh karena itu, analisa dan interpretasi dari Highest and Best Use merupakan studi ekonomi dari ketentuan-ketentuan pasar yang diarahkan ke properti Real Estate yang bersangkutan.
Kekuatan-kekuatan pasar juga membentuk harga pasar. Data yang dikumpulkan dan dianalisa untuk menghitung manfaat suatu lahan, juga digunakan untuk memberikan opini oleh para pelaku jasa usaha properti terhadap Highest and Best Use pada suatu saat.  Highest and Best Use properti yang dianalisa memberikan landasan dalam analisa daya saing dalam pasaran, jadi Highest and Best Use juga mencerminkan Nilai Pasar dari suatu Lahan.

Pengertian Highest and Best Use Secara Umum

Highest and Best Use, dapat diartikan sebagai penggunaan suatu lahan yang terbaik dan memberikan profit yang tertinggi atas penggunaan tersebut.
Highest and Best Use, mempunyai 4 (empat) kriteria, yaitu  sebagai berikut :
  1. Secara fisik dimungkinkan (physical possibility)
  2. Secara hukum diizinkan (legal permissibility)
  3. Secara finansial layak (financial affordability)
  4. Mendapatkan profit yang maksimum yang menghasilkan Nilai tertinggi dari lahan yang dinilai. (maximum profitability which result in highest property value)
Penggunaan terbaik dan tertinggi (Highest and Best Use) sebagai dasar pengembangan dapat diartikan kemungkinan terbesar dari penggunaan lahan yang secara fisik dimungkinkan, secara hukum diizinkan, secara keuangan layak dan akan memberikan Nilai tertinggi atas lahan tersebut.

Faktor - Faktor HBU untuk Properti Berupa Tanah dan Bangunan:
  1. Fisik, antara lain:
    • Bentuk tanah dan ukuran tanah
    • Topografi tanah
    • Lokasi tanah / Letak tanah
    • Sarana dan Prasarana
  2. Peraturan Pemerintah, antara lain:
    • Peruntukan berdasarkan rencana Tata Kota
    • KDB  (Koefisien Dasar Bangunan)
    • KLB   (Koefisien Lantai Bangunan)
    • KDH  (Koefisien Dasar Hijau)
    • GSB  (Garis Sempadan Bangunan)
    • Tinggi Maksimum Bangunan
  3. Supply and Demand, antara lain:
    • Banyaknya supply dari para developer untuk  Properti yang sejenis di pasar
    • Demand dari pasar Properti yang sejenis dengan yang dikembangkan
    • Harga sewa dari Properti sejenis
    • Harga jual dari Properti Sejenis.
  4. Dari alternatif - alternatif pengembangan yang sesuai peraturan pemerintah, kemudian dipilih alternatif yang memberikan hasil tertinggi.
Faktor - Faktor HBU untuk Properti Berupa Pabrik:
  1. Tanah dan Bangunan, antara lain:
    • Waktu
    • Faktor waktu kadang-kadang sangat menentukan, terutama bila kontrol dan peraturan pemerintah sangat ketat terhadap Ekspor/Impor mesin-mesin dan peralatan. Hal tersebut menyebabkan pemilihan mesin-mesin yang terhambat dan design produksi terhambat
    • Lokasi
    • Lokasi menjadi suatu hal yang sangat penting, apabila Lokasi mempengaruhi prinsip penggunaan terbaik dan tertinggi. Hal ini terjadi apabila pabrik harus didirikan pada lokasi yang memerlukan banyak tenaga kerja dan memerlukan alat transportasi untuk mengangkut karyawan
    • Permintaan Pasar
    • Analisis Permintaan Pasar kadang-kadang diperlukan bila produksi suatu barang kadang-kadang harus mendekati Pasar
    • Keadaan Topografi Tanah
    • Keadaan ini akan mempengaruhi biaya membangun dan biaya sarana & prasarana pabrik yang akhirnya mempengaruhi Prinsip Penggunaan Terbaik dan Tertinggi
    • Teknologi Membangun
    • Teknologi membangun terutama untuk daerah-daerah yang sulit, akan mempengaruhi proses penyelesaian proyek. Bila proyek selesai dalam waktu yang terlalu lama maka akan menyebakan biaya proyek membengkak (overrun)
    • Kelengkapan Utilitas
    • Misalnya suplai air, pembuangan limbah untuk pabrik yang mempunyai tuntutan pembuangan limbah yang tinggi serta tenaga listrik
  2.  Mesin - Mesin dan Peralatan
  3. Penggunaan terbaik dan tertinggi pada mesin-mesin dan peralatannya (plant and machinery) adalah penggunaan mesin-mesin dan peralatannya (plant and machinery), secara benar yang akan menghasilkan pendapatan/ penerimaan yang terbesar untuk suatu masa tertentu dan yang secara hukum dibenarkan dan akan menghasilkan Nilai yang tertinggi.
»»  Read More...

Form Order

»»  Read More...

Penilaian Cooldstorage

Kebetulan nih ada waktu untuk posting. Minggu ini baru selesai melakukan Penilaian Cooldstorage. Berhubung ada waktu lowong, maka waktunya untuk bagi - bagi ilmu, kalau ada yang lebih tau, harap dikoreksi yang keliru.
Pada prinsipnya Penilaian Coolstorage sama saja dengan penilaian Tanah dan Bangunan Mesin pada umumnya, yang membedakan hanya di spesifikasi dari bangunan yang didesain untuk bisa menstabilkan suhu ruangan.
Disini akan dibahas dengan metode Pendekatan Biaya. Pada perinsipnya menilai coolstorage dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
  1. Penilaian Tanah dan Bangunan
  2. Penilaian Mesin - Mesin
Ok, mari kita mulai mengupas satu persatu.

  1. Penilaian Tanah dan Bangunan
  2. Pada perinsipnya penilaian tanah dan bangunan tidak jauh berbeda dengan penilain tanah bangunan pada umumnya. yang membedakan dengan penilaian tanah dan bangunan pada umumnya terletak pada spesifikasi bangunan ruang processing yang mensyaratkan konstruksi yang bisa menjaga suhu dingin. Jadi untuk menilai bangunan ruang processing tersebut kita haru mengetahui terlebih dahulu konstruksi yang dan jenis bahan yang digunakan untuk keperluan tersebut. Sebab dengan mengetahuinya kita dapat mengestimasi biaya reproduksi baru dari bangunan tersebut. Yang membedakan bangunan tersebut dengan bangunan gudang pada umumnya adalah:
    Bangunan Coolstorage
    • Penggunaan Insulation Panel
    • Pada umumnya bangunan ruang processing tersebut menggunakan bahan yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Insulation Pannel (Panel Isolasi) bahan inilah yang digunakan untuk mencegah kehilangan suhu dingin dalam ruang processing. Panel Isolasi ini biasanya terbuat dari bahan plyurethane. Bahan ini sebenarnya bisa digunakan untuk isolasi panas dan dingin. Panel Isolasi ini ukuran tebalnya bermacam - macam tergantung berapa derajat suhu ruangan yang dibutuhkan. sebagai contoh tebal 7,5 cm untuk suhu -2 ~ -10 C, tebal 15 cm untuk suhu sampai -40 C. dan harga dari panel isolasi ini berbanding lurus dengan ketebalannya. Panel Isolasi ini biasaya digunakan pada bagian Langit - Langit, Dinding dan Lantai bangunan.
    • Penggunaan Pipa PVC
    • Pipa PVC digunakan pada bagian bawah lantai bangunan. fungsi dari Pipa PVC ini adalah menyalurkan suhu, agar tidak terjadi perubahan suhu yang mendadak pada bagian lantai yang bisa menyebabkan lantai retak.
    • Plat Lantai
    • Plat lantai pada bangunan coolstorage biasanya lebih tebal dari bangunan gudang pada umumnya dan dibagian lantai ini biasanya juga ditanamkan panel isolasi.
    Dari ketiganya yang paling banyak proporsi biayanya adalah pada penggunaan Panel Isolasi. Perlu diperhatikan penggunaan panel isolasi ini ada yang sifatnya ditanam dalam dinding dan ada juga yang sifatnya portable (dapat dipindah - pindahkan) sesuai kebutuhan. Apabila panel tersebut tertanam dalam bangunan artinya harus dimasukkan dalam nilai bangunan, tetapi kalau tidak artinya panel tersebut termasuk dalam personal properti.
  3. Penilaian Mesin - Mesin
Komponen Mesin Coolstorage
    Seperti halnya menilai tanah dan bangunan, menilai mesin coolstorage juga pada dasarnya sama dengan menilai mesin pada umumnya. yang membedakan adalah adanya bangunan ruang coolstorage yang harus dinilai bersama menjadi satu line mesin. Jadi mesin cooldstorage terdiri dari mesin kompresor, kondensor, efavorator dan Bangunan ruang coolstorage. Untuk menilai 3 yang pertama seperti halnya menilai mesin pada umumnya untuk ruang coolstorage dinilai berdasarkan dimensinya. Bangunan Coolstorage ini biasaya juga dibangun menggunakan panel isolasi tapi tebal yang digunakan biasanya minimal 15 cm. Disarankan untuk mendapatkan data dimensi dari ruangan coolstorage dan tebal panel yang digunakan. sebab dari data tersebut kita bisa membuat estimai nilai dengan akurat. Nilai dari ketiga mesin tersebut di tambahkan dengan nilai ruang coolstorage sama dengan nilai dari mesin coolstorage. 
Mengetahui lebih mengenal Mesin Coolstorage silahkan berkunjung ke web site WDK ALMINDO
»»  Read More...

Penilai Profesional

I. PROFESI PENILAI
  1. PROFESI
    Kegiatan  profesi  berbeda  dari  kegiatan  perdagangan  atau  industri jasa lainnya.
    Perbedaan ini terletak pada faktor – faktor :
    • Kegiatannya bersifat khusus / spesialis, dan dilakukan dengan standar kompetensi yang tinggi.
    • Didukung oleh hadirnya suatu badan / lembaga yang secara kontinyu mengembangkan pengetahuan di bidang tersebut, sebagai hasil dari kontribusi para anggotanya
  2. PENILAI
    Apakah penilaian merupakan suatu profesi? Jawabannya adalah YA, karena :
    • Untuk menjalankan kegiatan penilaian, penilai harus memiliki kompetensi yang tinggi didukung oleh pengetahuan dalam bidang keahlian masing – masing.
    • Para penilai terhimpun pada suatu wadah asosiasi yang mengharapkan kontribusi anggotanya agar dapat terus berkembang, baik dari aspek pengetahuan maupun kompetensinya.
    • Penilai khususnya di Indonesia memiliki Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia yang harus ditaati oleh semua anggotanya, dan secara terus menerus disempurnakan serta diselaraskan dengan perkembangan ekonomi dunia dan Standar Penilaian Internasional.
II. PROFESIONALISME
Profesionalisme sering juga dibedakan atau dibandingkan ke amatiran, dimana seseorang dapat dikatakan professional bila dia hidup atau memperoleh pendapatan finansial atas kegiatannya. Sudah tentu dia paling tidak dianggap sebagai orang yang kompeten melaksanakan tugasnya sehingga pantas untuk menerima imbalan jasa professional yang wajar. Sedangkan amatir diartikan sebagai seseorang yang belum secara penuh menjalani profesinya, antara lain karena tingkat kompetensinya, ketekunannya atau faktor lain yang menyebabkan belum terpenuhinya persyaratan profesionalisme.

PERSYARATAN SEBAGAI PROFESIONAL
Seseorang penilai dapat dikatakan Profesional bila dia memenuhi semua persyaratan yang saling terkait di bawah ini :
  1. TAHU
  2. Penilai sudah tentu harus menguasai secara penuh dan menyeluruh pengetahuan yang terkait dengan bidang kegiatannya. Pengetahuan tersebut mencakup :
    • Teori Penilaian
    • Pemahaman tentang teori penilaian akan memudahkan penilai dalam mempertanggung jawabkan hasil kerjanya.
    • Kompetensi tinggi dalam berpraktek
    • Kemampuan atau kompetensi yang tinggi dapat dimiliki oleh seseorang dari ketekunan, dedikasi dan pengalaman.
    • Peraturan – peraturan yang terkait dengan tugas penilaian
    • Peraturan-peraturan tersebut antara lain hukum  pertanahan, Undang Undang Perbankan, Undang Undang Pasar Modal, Undang Undang Perusahaan Terbatas, Perpajakan dll.
    • Pengetahuan – pengetahuan yang menunjang tugas penilaian
    • Pengetahuan tersebut antara lain perubahan nilai tukar mata uang, bunga bank, harga bahan bangunan, upah buruh, bea masuk dll.
    • Pemahaman tentang Standar Penilaian
    • Dalam hal ini sebaiknya penilai paham tentang SPI dan Standar Internasional, sehingga siap melaksanakan tugas dimana saja ; dan dapat menjelaskan keduanya, bila diperlukan.
  3. TAAT
  4. Setiap profesi memiliki aturan yang dituangkan dalam Kode Etik, yang antara lain mengatur batasan sejauh mana penilai dibenarkan atau tidak dibenarkan untuk melakukan. Disamping aturan yang dicakup oleh Kode Etik, dalam hal ini Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), penilai juga harus mematuhi peraturan – peraturan umum lainnya, baik peraturan yang terkait langsung dengan profesinya, seperti peraturan perbankan, peraturan pasar modal, maupun peraturan yang tidak secara langsung terkait dengan kegiatan profesinya, peraturan perpajakan dan lain – lain. Semua aturan harus senantiasa dipahami dan ditaati oleh semua individu penilai yang ingin diakui sebagai penilai yang Profesional.
  5. TANGGUNG JAWAB
  6. Tanggung jawab seorang penilai profesional mencakup :
    • Tanggung Jawab pada Tuhan
    • Sebagai ciptaan Tuhan, diharapkan penilai menyadari bahwa segala tindakannya selalu diketahui oleh Yang Maha Menciptakan. Oleh karenanya dia selalu harus siap mempertanggung jawabkan hasil kerjanya pada Tuhan.
    • Tanggung Jawab pada Negara dan Bangsa
    • Kita pasti pernah mendengar bahwa jatuhnya industri perbankan atau bahkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia dikatakan akibat juga dari perilaku penilai yang tidak professional. Lalu bagaimana kita mempertanggungjawabkannya?
    • Tangung Jawab pada Pengguna Jasa
    • Hasil kerja penilai harus dapat dipertangungjawabkan kepada pengguna jasa sampai kapanpun, dengan demikian bila terjadi mal praktek pengguna jasa dapat mengadukannya kepada Dewan Penilai.
    • Tangung Jawab pada Sesama Profesi
    • Setiap penilai hendaknya sadar bahwa apabila dia melakukan kesalahan, maka dia telah juga mencemarkan nama sesama profesi. Sebaliknya perilaku yang baik akan membangun citra yang baik pula bagi sesama profesi.
    • Tanggung Jawab pada Keluarga
    • Dengan selalu mengingat bahwa penilai bertangung jawab pada keluarga yang dicintainya, maka penilai akan selalu taat pada semua peraturan, antara lain agar keluarga dapat disejahterakan dengan cara yang benar, tidak melanggar hukum dan tatanan etika yang lain.
    Khususnya mengenai ketaatan dan tanggung jawab penilai akan dibahas lebih dalam pada sesi Kode Etik Penilai Indonesia.
  7. TEKUN
  8. Yang dimaksud dengan tekun disini adalah secara terus menerus dan berkesinambungan menjalani profesi ini, dan selalu mengembangkan pengetahuannya sebagaimana mestinya. Dengan demikian diharapkan penilai tersebut tetap setia secara aktif berkarya pada bidang penilaian dan atau bidang terkait lainnya. Ketekunan juga dapat dilihat dari kepedulian seseorang pada eksistensi dan kegiatan organisasi profesinya, termasuk upayanya dalam mengembangkan profesi itu sendiri. Beraktivitas secara terus menerus di bidang penilaian akan menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penilai tersebut. Oleh karenanya  dipersyaratkan bagi setiap profesi, untuk tetap tekun dibidangnya. Sebagai contoh, di Malaysia seseorang yang baru lulus dari Universitas, untuk dapat ujian untuk memperoleh izin , harus menunjukkan ketekunannya selama 10 (sepuluh) tahun.
  9. TERTIB
  10. Yang dimaksud dengan tertib disini adalah kesanggupan penilai untuk meng ’organize’ dirinya sendiri dan kelompok kerjanya. Tertibnya seorang penilai dapat dilihat pada :
    • Komitmen terhadap waktu, untuk selalu tepat waktu menghadiri rapat atau pertemuan apapun, baik untuk keperluan dinas maupun bukan dinas.
    • Komitmen terhadap janji, untuk menyerahkan laporan hasil kerja, untuk menelepon seseorang dan untuk kegiatan – kegiatan lainnya.
    • Penampilan sehari – hari, yaitu senantiasa rapi, tidak berlebih – lebihan, sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku pada dunia usaha secara umum, khususnya professional.
    • Komitmen pada tugas, yaitu bekerja dengan sepenuh hati, serius, konsentrasi, bertanggung jawab dan sanggup bekerjasama dalam tim kerja, serta  mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
  11. TELITI
  12. Setiap pekerjaan memerlukan ketelitian, agar dapat diperoleh hasil kerja yang optimal. Pada bidang penilaian, jelas bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pemberi tugas harus dilaksanakan dengan tingkat kompetensi dan ketelitian yang tinggi pula. Teliti dalam menerima tugas, termasuk memahami lingkup kerja yang dikehendaki, teliti dalam meminta data yang diperlukan, teliti dalam melakukan analisis dan perhitungan, serta teliti dalam menggunakan kata -  kata dan terminologi pada laporan yang dibuatnya. Ketelitian juga dapat dilihat dari kesanggupannya melihat kekurangan pada dirinya, kelompok kerjanya dan laporan hasil kerjanya. Semua 6 (enam) syarat diatas secara lengkap wajib dimilki oleh seseorang yang ingin diakui sebagai penilai yang professional.
III. TUGAS – TUGAS PENILAI
Tugas seorang penilai mencakup, namun tidak terbatas pada hal - hal  berikut ini :
  • Memahami tugas yang diberikan
  • Tugas penilaian akan mudah dipahami, bila identifikasi masalah telah dilakukan dengan teliti.
  • Menyiapkan diri untuk bertugas
  • Setiap penilai harus dalam kondisi sehat untuk melaksanakan tugas, karena setiap tugas akan berhasil baik bila dilakukan dengan konsentrasi penuh.
  • Melakukan inspeksi fisik atas aset yang dinilai dengan teliti
  • Inspeksi sebaiknya tidak dilakukan dengan terburu-buru, karena inspeksi memerlukan ketelitian.
  • Mengumpulkan semua data yang diperlukan
  • Daftar data yang diperlukan harus sudah disiapkan sebelum inspeksi lapangan dimulai.
  • Melakukan verifikasi atas data yang diterima.
  • Melakukan analisis terhadap data dan perhitungan nilai
  • Memeriksa  kembali semua hasil perhitungan
  • Menyusun Laporan penilaian
  • Laporan penilaian disusun sesuai dengan format yang dikehendaki, mengacu pada tujuan penilaian.
  • Menyiapkan, kelengkapan laporan
  • Penilai harus paham tentang dokumen-dokumen apa yang perlu dilampirkan dalam laporan penilaian.
  • Memeriksa kelengkapan laporan.
  • Menyatukan laporan untuk dijilid
  • Penyajian laporan juga menjadi tugas dan tanggung jawab penilai.
  • Mempertanggung jawabkan hasil penilaian
  • Perlu dipahami, bahwa penilai setiap saat harus siap untuk mempertangung jawabkan hasil penilaian yang dilakukan. Oleh karenanya penyimpanan kertas kerja dan data pendukung harus dilakukan dengan rapih dan mudah dicari kembali saat diperlukan.
Dari tugas – tugas diatas jelaslah bahwa penilai wajib memahami teori dan praktek secara mendalam.

Keseluruhan tugas tersebut harus dilaksanakan secara :
  • Profesional, dengan kompetensi tinggi dengan mengikuti standar dan taat pada kode etik.
  • Independen, tidak terlalu tergantung pada pihak – pihak yang bertransaksi atau pihak yang memiliki kepentingan.
  • Obyektif, bekerja dengan fokus dan konsentrasi penuh tanpa pengaruh apapun, dan tidak memihak
  • Fair (adil), dimana hasil kerja harus adil bagi seluruh pihak terkait, dan telah mempertimbangkan berbagai faktor.
»»  Read More...

Penyelesaian Kasus Penilaian Hotel

Lihat Soal

Hitung kenaikan jumlah kamar terjual dan Tarif Kamar Rata - Rata berdasarkan data historis yang ada.

UraianThn (H-2)Thn (H-1)Thn (H)
Jumlah Tamu19.71020.69621.730
Jumlah Kamar (tingkat hunian ganda 1,5)13.14013.79714.487
Kenaikan Jumlah Kamar-5%5%
Tarif Kamar Rata Rata540.000594.000653.400
Kenaikan Tarif Kamar Rata Rata-10%10%

Hitung Tingkat Diskonto dan Tingkat Kapitalisasi Terminal
Komposisi Pinjaman : Modal = 60% : 40%
Suku bunga bank = 14%
Tingkat Balikan yang diharapkan investor = 19%
maka Tingkat diskonto adalah:
DR = (60% x 14%) + (40% x 19%)
DR = 8,4% + 7,6%
DR = 16%
Tingkat Kapitalisasi Terminal adalah:
Rt = 16% - 4%
Rt = 12%
Lama Proyeksi DCF adalah 3 Tahun, karena setelah tahun ke tiga pendapatan dan biaya dianggap stabil.

Menghitung Nilai Kini Pendapatan selama Priode Proyeksi DCF
Uraian/Proyeksi Tahun DCF123
Proyeksi Kamar Terjual14.48715.21115.972
Proyeksi Tarif Kamar653.400,00718.740,00790.614,00
Pendapatan Kamar9.465.588.000,0010.932.754.140,0012.627.331.031,70
Pendapatan Makanan 30%2.839.676.400,003.279.826.242,003.788.199.309,51
Pendapatan Lain - Lain 20%1.893.117.600,002.186.550.828,002.525.466.206,34
Ttl Pendapatan14.198.382.000,0016.399.131.210,0018.940.996.547,55
BO Dep. Kmr1.419.838.200,001.639.913.121,001.894.099.654,76
BO Dep. Mkn1.561.822.020,001.803.904.433,102.083.509.620,23
BO Dep. LL1.325.182.320,001.530.585.579,601.767.826.344,44
Ttl BO Dep.4.306.842.540,004.974.403.133,705.745.435.619,42
BO Non Dep.5.111.417.520,005.903.687.235,606.818.758.757,12
Biaya Tetap1.200.000.000,001.320.000.000,001.452.000.000,00
Total BO10.618.260.060,0012.198.090.369,3014.016.194.376,54
NOI3.580.121.940,004.201.040.840,704.924.802.171,01
DR16%16%16%
DF0,86210,74320,6407
PV3.086.312.017,243.122.057.699,693.155.112.301,53
TPV9.363.482.018,46


Nilai Kini dari Nilai Terminal:
Pendapatan bersih tahun ke 4 (dalam kasus ini pendapatan bersih tahun ke 4 diasumsikan sama dengan pendapatan bersih tahun ke 3) karena pendapatan dan biaya dianggap stabil mulai dari tahun ke 3.

Nilai Terminal:
Vt = Pendapatan Bersih Tahun ke 4 / Rt
Vt = 3.155.112.301,53 / 12%
Vt = 41.040.018.092

Nilai Kini dari Nilai Terminal:
PVt = Nilai Terminal x Diskon Faktor Tahun ke 3
PVt = 41.040.018.092 x 0,6407
PVt = 26.292.602.513

Nilai Hotel:
Vh = TPV NOI + PVt
Vh = 9.363.482.018,46 + 26.292.602.513
Vh = 35.656.084.531,21

Nilai Hotel adalah : 35, 7 M

Nilai Hotel diluar Fixture and Furniture

Tarif Pasar Sewa Fixture and Furniture = 550.000.000
Tingkat Kapitalisasi + 4% dari Initial Cap. Rate

Initial Cap. Rate = NOI tahun 1 / Nilai Properti
Initial Cap. Rate = 3.580.121.940,00 / 35.656.084.531,21
Initial Cap. Rate =10,04% atau dibulatkan 12%

RFF = 10% + 4%
RFF =14%

VFF = 550.000.000 / 14%
VFF = 3.917.182.473

Vh (tanpa FF) = 35.656.084.531,21 - 3.917.182.473
Vh (tanpa FF) = 31.738.902.058

Lihat Soal
»»  Read More...

Untuk berlaganan Posting dalam Blog Ini (Gratis)Masukkan Alamat E-Mail:

Delivered by FeedBurner

My Page Site

  © Blogger templates Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP